Minggu, 02 Juli 2017

Nikmatilah Zikir di Setiap Butirannya

Zikir adalah satu bentuk ibadah yang ringan dan mudah dilakukan, karena tinggal diucapkan dengan lisan dan gratis alias tidak perlu mengeluarkan biaya sedikitpun. Meski begitu efeknya tidak bisa dianggap sepele. Ketenangan, kebahagiaan dan ketenteraman hati hanya bisa diraih dengan mengingat Allah. Dan zikir adalah salah satu sarana mengingat Allah. Bukankah hati yang tenang dan bahagia dambaan semua orang?

Setiap insan mukmin akan selalu merindukan kedekatan dengan Rabb nya, sebab ia menyadari kelemahannya, betapa kecilnya ia, sehingga memerlukan kehadiran Yang Maha Kuat dan Maha Penyayang. Maka mereka tekun menjalankan ibadah menuruti perintah Allah dan menjauhi larangannya,  berharap agar Allah selalu ridha dan selalu memberikan pertolonganNYA.

Setiap ibadah memiliki cara dan waktu-waktu tertentu dalam pelaksanaannya. Misalnya sholat fardhu telah ditentukan waktunya masing-masing, haji hanya boleh dikerjakan di bulan-bulan haji, puasa ramadhan hanya di bulan Ramadhan, dan sebagainya.

Orang-orang yang senantiasa rindu kepada Allah membutuhkan suatu ibadah yang membuat mereka selalu dekat dengan Allah setiap saat. Oleh sebab itulah Allah mengajarkan kita untuk berzikir, seperti yang dicontohkan Rasulullah sallahualaihi wasalam. Kalimat zikir ada banyak macamnya, takbir, tahmid, tasbih, tahlil, istighfar, sholawat, hauqolah dan masih banyak lagi. Zikir adalah ibadah yang bisa dilakukan kapanpun, dimanapun, dan dalam keadaan bagaimanapun, kecuali sedang di dalam toilet.

Sayangnya banyak diantara kita yang tidak menyadari keutamaan berzikir. Zikir seperti sekedar formalitas selepas sholat fardhu, yang penting jumlahnya sudah 33 itupun dilakukan dengan amat cepat. Mulut komat kamit seperti baca mantra. Sangat sulit  diyakini zikir model begini akan berbekas dan menghasilkan ketenangan hati.

Saat berzikir hendaklah kita sadari bahwa kita sedang berbicara kepada Dzat Penguasa Seluruh Alam, Raja Diraja, Rabb Yang Maha Mulia, Allah Subhanahuwata'ala. Kepada pejabat saja kita bicara dengan sopan dan tertib, masak kepada Allah serampangan. Bukankah makan dengan terburu-buru itu tidak nikmat, mengendarai mobil dengan ngebut itu berbahaya, mengerjakan sesuatu dengan tergesa-gesa itu tidak enak? Begitu juga dengan zikir! Termasuk pula sholat karena sholat adalah bentuk zikrullah tertinggi.

Maka nikmatilah zikir itu. Perlahan dan resapi setiap butirannya. Hadirkan hati dan pikiran kita saat berzikir, jadi bukan cuma lisannya saja yang bergerak. Istilah kerennya mindful. Bukankah kita bisa enjoy dan intens saat berbicara dengan orang yang kita cintai? Sadari bahwa kita sedang ngobrol asyik dengan Sang Maha Rahman. InsyaAllah akan terasa betapa nikmatnya berkomunikasi dengan Allah.

Makan makanan enak itu nikmat, nongkrong di kafe memang menyenangkan, jalan-jalan dan shopping mungkin sedikit menghilangkan kepenatan, nonton film mungkin asyik. Ada banyak jenis dan level kegembiraan di dunia ini tapi tak satupun yang melebihi nikmatnya berkoneksi langsung  (baca:zikir) dengan Allah Sang Maha Penyayang.

Membuat target amalan zikir hingga ratusan atau ribuan kali itu bagus tapi jangan lupa fokus utama adalah menikmati untaian zikirnya. Ibarat kita sedang melakukan perjalanan jika fokusnya ingin cepat sampai ke tujuan maka perjalanan itu terasa tidak nyaman dan melelahkan. Sebaliknya jika kita menikmati setiap momen dalam perjalanan itu maka akan jadi sangat menyenangkan.

Jadi mau berapakalipun kita mentargetkan zikir tidak akan merasa berat, karena zikir yang santai dan dinikmati itu membuat ketagihan. Tak terasa target sudah terlewati dan insyaAllah membuat Allah ridha, membuahkan ketenangan dan kedamaian hati yang pada akhirnya akan membuat hidup kita menjadi lebih baik.

ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﺗَﻄْﻤَﺌِﻦُّ ﻗُﻠُﻮﺑُﻬُﻢْ ﺑِﺬِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻻ ﺑِﺬِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻄْﻤَﺌِﻦُّ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮﺏُ
“ Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram ” (Qs. ar-Ra’du: 28).

Minggu, 04 Juni 2017

Pentingnya Husnudzon

Di kajian edisi 15 Mei 2017 Kang Riyadh menjelaskan soal dzon alias sangkaan.  Ada dua macam seperti yang kita tahu yaitu suudzon atau prasangka buruk dan husnudzon atau prasangka baik.
Beliau menekankan tentang pentingnya memiliki sikap husnudzon kepada siapapun dan dalam keadaan apapapun. Kepada manusia saja kita harus husnudzon apalagi kepada Allah Subhanahuwata'ala. Sebab dia Maha Baik, tidak pernah mendzolimi hambaNya. Dia juga tahu apa yang terbaik bagi hambaNya.

Semua yg terjadi atas izin Allah dan semuanya pilihan Allah yg terbaik.
Kalaupun yang terjadi mengecawakan atau tidak mengenakkan itu hanya karena kebodohan kita yang belum bisa memahami hikmah dan maksud dibaliknya. Masalah yang kita hadapi adalah cara Allah melatih kita untuk berhusnudzon kepadaNYA

Keburukan itu hanya versi kita karena kebodohan kita. Tidak ada satu  celahpun kejelekan di dalamnya sehingga kita tidak akan mengatakan 'andaikan saja dulu...'

Diperlukan kemampuan dan kemauan untuk husnudzon. Ya memang tidak mudah. Kemampuan husnudzon itu sangat dipengaruhi kekuatan iman
Kadang konflik kelihatan besar bukan  karena memang masalahnya besar tapi karena pengelolaan hati yang salah, kebanyakan baper misalnya.

Semakin kuat keyakinan dan iman kita pada Allah akan semakin mudah juga berhusnudzon. Dengan begitu ibadah kita semakin berkualitas.

Dzon itu ibarat cetakan. Realita yg terjadi akan menyesuaikan bentuk cetakan/sangkaan. Pernah baca soal law of attraction? Di buku the Secret yang fenomenal itu juga dijelaskan soal sangkaan atau pikiran. Pikiran yang kita fokuskan itulah yang akan mewujud. Maka berhati-hatilah memilih pikiran.  Pilihlah pikiran yang baik-baik alias husnudzon. Dengan demikian realita yang akan kita alami juga yang baik-baik pula.

Allah telah mengingatkan dalam QS Al Hujurat 12

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺟْﺘَﻨِﺒُﻮﺍ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﻥَّ ﺑَﻌْﺾَ ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﺛْﻢٌ ﻭَﻻ ﺗَﺠَﺴَّﺴُﻮﺍ ﻭَﻻ ﻳَﻐْﺘَﺐْ ﺑَﻌْﻀُﻜُﻢْ ﺑَﻌْﻀًﺎ ﺃَﻳُﺤِﺐُّ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺃَﻥْ ﻳَﺄْﻛُﻞَ ﻟَﺤْﻢَ ﺃَﺧِﻴﻪِ ﻣَﻴْﺘًﺎ ﻓَﻜَﺮِﻫْﺘُﻤُﻮﻩُ ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺗَﻮَّﺍﺏٌ ﺭَﺣِﻴﻢٌ

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang."

Akan banyak sekali kebaikan-kebaikan jika kita mampu menjaga dzon. Orang-orang yang gampang marah itu karena gagal menjaga dzon.  Jadikan hati kita seperti cetakan besi, karena tidak mudah mempertahankan husnudzon

Berbaik sangkalah kepada Allah Subhanahuwata'ala dan manusia maka kita akan hidup di taman bunga. Maha Rahmannya Allah meliputi seluruh makhluknya. Yang iman maupun yang kafir. Kalau kita bisa memelihara husnudzon pada Allah tetap berzikir pada Allah, maka Allah akan mengurus kita dengan lebih spesial.

Menjadi baik itu semestinya tidak ada syarat. Apapun keadaannya kita harus menjadi baik. Pasti Allah akan memberikan sesuatu yg spesial

Senin, 29 Mei 2017

Awas Pencuri Bulan Ramadhan

⚠ *AWAS PENCURI BULAN RAMADHAN* 🌕

📺 *Televisi*

Ini merupakan pencuri yang berbahaya, yang bisa merusak puasa orang orang dan mengurangi pahala, seperti film sinetron dan iklan murahan.

🎡 *Pasar*

Ini juga merupakan pencuri spesial dalam menghabiskan uang dan waktu tanpa batas. Oleh karena itu tentukan belanjaanmu begitu pergi ke pasar.

🌑 *Begadang*

Pencuri yang mengambil waktu yang palimg berharga. Pencuri yang mengambil sholat tahajud dari seoramg hamba di sepertiga malam terakhir, dan mencuri kesempatan untuk istighfar serta taubat.

🍳 *Dapur*

Pencuri yang banyak mengambil waktu yang panjang untuk membuat beragam jenis masakan, berupa makanan dan minuman. Hampir-hampir semuanya tidaklah lewat di mulut, kecuali sejenak saja.

📱 *Handphone*

Sebagian orang hanya sekedar menjawab panggilan masuk. Bisa diserang dengan dosa berupa ghibah, namimah, dusta, memuji diri atau orang lain, membeberkan rahasai, berdebat tanpa ilmu, ikut campur urusan orang, dan sebagainya dari kesalahan-kesalaham mulut yang banyak yang juga merupakan majlis yang kosong dari dzikir.

💰 *Kikir*

Sedekah akan melindungimu dari neraka, dan sebaik-baik sedekah adalah di bulan Ramadhon; maka bersedekahlah secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi.

🕌 *Majelis yang kosong dari mengingat Allah.*

Pencuri ini adalah yang mempersiapkan bagimu penyesalan di hari kiamat. Nabi shallaalhu alaihi wa sallam bersabda: _"Tidaklah suatu kaum bermajelis, tidak mengingat Allah dan tidak juga bersholawat kepada Nabi mereka kecuali mereka meninggalkan penyesalan. Bila Allah mau maka Allah akan menyiksa mereka, kalau hendah Allah mengampuninya."_

☝Adapun pencuri besar adalah *FACEBOOK* atau *WHATSAPP* apabila tidak digunakan dengan benar dalam kebaikan dalam menyambut tamu yang berharga ini (Ramadhon)
Aku wasiatkan diriku dan kelalaian untuk bersiap siap menyambut bulan mulai ini; kalaulah Anda mendapatinya pada tahun ini, maka belum tentu Anda dapatkan pada tahun yang akan datang.

✒ 👤 *Ustadz Zainal Abidin, Lc*

*Silahkan disebarkan. Semoga menjadi amal kebaikan bagi anda. Aamiin*

Artikel di atas saya dapat dari grup whatsapp PPALC Semarang.  Banyak sekali sharing yang bagus dan bermanfaat disana.  Makanya saya gak segan untuk mengumpulkannya dan resharing, supaya lebih banyak orang bisa membaca dan mempelajarinya.

Kamis, 25 Mei 2017

Tips Doa Mustajab

Sore itu langit mendung dan gerimis mulai turun. Fakta ini membuat hati saya makin berat melangkah ke kajian. Saat hari lain saya begitu bersemangat  'senin besok aku mau berangkat ngaji ah'. Begitu hari senin tiba saya selalu menemukan 1001 macam alasan untuk tidak datang.

Tapi Alhamdulillah saya sering lolos dari bisikan setan itu meski harus dengan memaksa dan menyeret diri saya sendiri. Ada satu hal yang menguatkan saya kekeuh berangkat kajian yang diadakan setiap senin malam oleh pesantren Doaqu di masjid hotel Grasia Semarang ini. Kajian Hikam yang dibawakan oleh ustad Riyad sang pimpinan pesantren, selalu menyajikan tema dan materi yang cespleng dan makjleb bagi saya. Apalagi Kang Riyad, begitu beliau disapa, mengajar dan menyampaikan kajian dengan cara lembut, santun dan lucu.

Setiap kali pulang kajian saya akan berkata pada diri saya sendiri 'Alhamdulillah untung hari ini datang ke kajian, coba kalo tidak wuihh rugi bandar, mau nyari dimana lagi materi kayak gini'. Seperti kajian edisi Senin 17 April 2017 yang mengambil tema:

Sebaik2 doa adalah permintaan yg Allah minta kepada kita.

Kita sebagai manusia tentu hidup kita tak akan jauh-jauh dari yang namanya ujian. Dan sebagai hamba Allah tentu kita teramat butuh sekali kepadaNya. Allah Yang Maha Penyayang telah memberi kita senjata terampuh yaitu doa. Dengan doa itu kita membangun hubungan dengan Allah dan meminta apapun dariNya.

Yang menjadi masalah adalah kadang-kadang kita merasa doa kita tak kunjung dikabulkan padahal sudah berdoa berulang-ulang, bertaqwa dan, melakukan aneka macam amalan sholeh. Di kajian edisi ini kang Riyad menjelaskan mungkin ada yang perlu dibetulkan dalam cara kita berdoa. Tips jitunya adalah mintalah kepada Allah apa yang Allah minta dari kita. Ini salah satu kunci doa yang mustajab.

Jangan hanya minta kaya, lulus, jodoh bla bla bla.. tapi cobalah katakan pada Allah bahwa bila doa kita dikabulkan akan sangat bermanfaat bukan hanya utk diri sendiri tapi juga orang lain. Masukkan juga visi akhirat dalam doa2 kita.  Contohnya nih:

Mohonlah pada Allah utk bisa birul walidain, berbuat baik pada orangtua.
Minta dijadikan istri sholehah atau suami sholeh bagi yang berharap jodoh.
Mintalah bisa taat pada suami, nanti bisa milih surga dr pintu manapun
Jgn minta harta, mintalah dijadikan ahli sedekah, maka otomatis hartanya bertambah-tambah.
Jangan cuma minta kaya tapi mintalah jd bermanfaat bagi banyak orang. Doakan orang lain agar dibanyakkan rezeki melalui tangan kita. Maka kaya itu otomatis
Mintalah jd ahli tahajud, Allah yang tanggung jawab soal kenaikan derajat kita. Kenaikan derajat bisa menyangkut hal apa saja misalnya karir, pendidikan, harta dan sebagainya.
Mintàlah dijadikan ahli zikir dan hati yg khusyuk, Allah pasti memberi ketenteraman karena sejatinya nikmat yang terindah adalah ketentaraman jiwa

Para nabi dan rasul selalu meminta yang bisa membawa keselamatan di dunia dan akhirat. Nabi Sulaiman alaihisalam berdoa agar dirinya dijadikan ahli syukur. Lihatlah beliau dijadikan oleh  Allah sebagai orang terkaya di dunia

Berdoalah apa-apa yangg Allah perintahkan kita dan kita bisa melakukannya karena dibalik setiap perintah Allah pasti ada kebaikan bagi kita