Di kajian edisi 15 Mei 2017 Kang Riyadh menjelaskan soal dzon alias sangkaan. Ada dua macam seperti yang kita tahu yaitu suudzon atau prasangka buruk dan husnudzon atau prasangka baik.
Beliau menekankan tentang pentingnya memiliki sikap husnudzon kepada siapapun dan dalam keadaan apapapun. Kepada manusia saja kita harus husnudzon apalagi kepada Allah Subhanahuwata'ala. Sebab dia Maha Baik, tidak pernah mendzolimi hambaNya. Dia juga tahu apa yang terbaik bagi hambaNya.
Semua yg terjadi atas izin Allah dan semuanya pilihan Allah yg terbaik.
Kalaupun yang terjadi mengecawakan atau tidak mengenakkan itu hanya karena kebodohan kita yang belum bisa memahami hikmah dan maksud dibaliknya. Masalah yang kita hadapi adalah cara Allah melatih kita untuk berhusnudzon kepadaNYA
Keburukan itu hanya versi kita karena kebodohan kita. Tidak ada satu celahpun kejelekan di dalamnya sehingga kita tidak akan mengatakan 'andaikan saja dulu...'
Diperlukan kemampuan dan kemauan untuk husnudzon. Ya memang tidak mudah. Kemampuan husnudzon itu sangat dipengaruhi kekuatan iman
Kadang konflik kelihatan besar bukan karena memang masalahnya besar tapi karena pengelolaan hati yang salah, kebanyakan baper misalnya.
Semakin kuat keyakinan dan iman kita pada Allah akan semakin mudah juga berhusnudzon. Dengan begitu ibadah kita semakin berkualitas.
Dzon itu ibarat cetakan. Realita yg terjadi akan menyesuaikan bentuk cetakan/sangkaan. Pernah baca soal law of attraction? Di buku the Secret yang fenomenal itu juga dijelaskan soal sangkaan atau pikiran. Pikiran yang kita fokuskan itulah yang akan mewujud. Maka berhati-hatilah memilih pikiran. Pilihlah pikiran yang baik-baik alias husnudzon. Dengan demikian realita yang akan kita alami juga yang baik-baik pula.
Allah telah mengingatkan dalam QS Al Hujurat 12
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺟْﺘَﻨِﺒُﻮﺍ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﻥَّ ﺑَﻌْﺾَ ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﺛْﻢٌ ﻭَﻻ ﺗَﺠَﺴَّﺴُﻮﺍ ﻭَﻻ ﻳَﻐْﺘَﺐْ ﺑَﻌْﻀُﻜُﻢْ ﺑَﻌْﻀًﺎ ﺃَﻳُﺤِﺐُّ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺃَﻥْ ﻳَﺄْﻛُﻞَ ﻟَﺤْﻢَ ﺃَﺧِﻴﻪِ ﻣَﻴْﺘًﺎ ﻓَﻜَﺮِﻫْﺘُﻤُﻮﻩُ ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺗَﻮَّﺍﺏٌ ﺭَﺣِﻴﻢٌ
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang."
Akan banyak sekali kebaikan-kebaikan jika kita mampu menjaga dzon. Orang-orang yang gampang marah itu karena gagal menjaga dzon. Jadikan hati kita seperti cetakan besi, karena tidak mudah mempertahankan husnudzon
Berbaik sangkalah kepada Allah Subhanahuwata'ala dan manusia maka kita akan hidup di taman bunga. Maha Rahmannya Allah meliputi seluruh makhluknya. Yang iman maupun yang kafir. Kalau kita bisa memelihara husnudzon pada Allah tetap berzikir pada Allah, maka Allah akan mengurus kita dengan lebih spesial.
Menjadi baik itu semestinya tidak ada syarat. Apapun keadaannya kita harus menjadi baik. Pasti Allah akan memberikan sesuatu yg spesial